Terbaru
Tradisi Marhaba: Memperingati Kelahiran Nabi dengan Penuh Cinta di Desa
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Setiap tahun, saat tiba bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perayaan ini bukan hanya tentang panggung dan ceramah, melainkan juga tentang tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah pembacaan Marhaba.
Seperti yang terlihat pada foto, sekelompok bapak-bapak dengan pakaian rapi dan peci duduk bersama, membacakan lantunan pujian kepada Nabi Muhammad. Tradisi ini sering dilakukan di surau, masjid, atau bahkan di rumah warga, menjadi momen sakral untuk mengenang kembali sejarah dan perjuangan Rasulullah.
Mengenal Sejarah di Balik Lantunan Marhaba
Kata Marhaba berasal dari bahasa Arab yang berarti "selamat datang" atau "selamat datang, wahai Rasulullah". Secara umum, Marhaba adalah tradisi pembacaan kitab berisi riwayat hidup Nabi Muhammad. Salah satu kitab yang paling populer adalah "Kitab Maulid Ad-Diba'i" yang ditulis oleh Imam Al-Hafiz Abdurrahman Ad-Diba'i.
Dalam kitab ini, diceritakan perjalanan hidup Nabi, mulai dari silsilah keluarga, masa kanak-kanak, mukjizat, hingga perjuangan dakwahnya. Pembacaan ini dilakukan secara bergiliran atau bersama-sama, dengan nada yang penuh syahdu dan sering kali diiringi dengan selawat.
Tujuannya bukan hanya sekadar membaca, melainkan juga:
Mengenal lebih dalam sosok Nabi: Agar kita tidak hanya mencintai beliau, tetapi juga memahami ajarannya.
Menghidupkan kembali semangat keislaman: Melalui kisah perjuangan beliau, kita diingatkan untuk terus meneladani akhlak mulia.
Menjalin silaturahmi: Momen ini menjadi ajang berkumpulnya warga, mempererat tali persaudaraan.
masyarakat desa menjaga persatuan dan kehangatan, dalam kegiatan ritual keagamaan.
Pada akhirnya, tradisi Marhaba adalah cara kita untuk menyambut dan merayakan kelahiran sosok yang membawa rahmat bagi seluruh alam, dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar